Archive for July, 2007

Tangan Yang Indah


(Kepada siapa saja yang masih ada ibu… )

Ketika ibu saya berkunjung, ibu mengajak saya untuk shopping bersamanya kerana dia menginginkan sepasang baju kurung yg baru. Saya sebenarnya tidak suka pergi berbelanja  bersama dengan orang lain, dan saya bukanlah orang yang sabar, tetapi walaupun demikian kami pergi juga ke pusat perbelanjaan membeli baju tersebut. Kami mengunjungi setiap butik yang menyediakan pakaian wanita, dan ibu saya mencoba sehelai demi sehelai pakaian dan mengembalikan semuanya. Seiring hari yang berlalu, saya mulai penat dan kelihatan jelas riak2 kecewa di wajah ibu.

Akhirnya pada butik terakhir yang kami kunjungi, ibu saya mencoba satu baju kurung yang cantik . Dan karena ketidaksabaran saya, maka untuk kali ini saya ikut masuk dan berdiri bersama ibu saya dalam fitting room, saya melihat bagaimana ibu mencoba pakaian tersebut, dan dengan susah mencoba untuk mengenakannya. Ternyata tangan-tangannya sudah mulai dilumpuhkan oleh penyakit radang sendi dan sebab itu dia tidak dapat melakukannya, seketika ketidaksabaran saya digantikan oleh suatu rasa kasihan yang dalam kepadanya. Saya berbalik pergi dan coba menyembunyikan air mata yang keluar tanpa saya sadari. Setelah saya mendapatkan ketenangan lagi, saya kembali masuk ke fitting room untuk membantu ibu mengenakan pakaiannya.

Pakaian ini begitu indah, dan ibu membelinya. Shopping kami telah berakhir, tetapi kejadian tersebut terukir dan tidak dapat dilupakan dari ingatan ..

Sepanjang sisa hari itu, fikiran saya tetap saja kembali pada saat berada di dalam fitting room tersebut dan terbayang tangan ibu saya yang sedang berusaha mengenakan pakaiannya. Kedua tangan yang penuh dengan kasih, yang pernah menyuapi, memandikan saya, memakaikan baju, membelai dan memeluk saya, dan terlebih dari semuanya, berdoa untuk saya, sekarang tangan itu telah menyentuh hati saya dengan cara yang paling berbekas dalam hati saya. Kemudian pada malam harinya saya pergi ke kamar ibu saya mengambil tangannya, lantas menciumnya … dan yang membuatnya terkejut, saya memberitahunya bahwa bagi saya kedua tangan tersebut adalah tangan yang paling indah di dunia ini. Saya sangat bersyukur bahwa Tuhan telah membuat saya dapat melihat dengan sejelasnya, betapa bernilai dan berharganya kasih sayang yang penuh pengorbanan dari seorang ibu.

Saya hanya dapat berdoa bahwa suatu hari kelak tangan saya dan hati saya akan memiliki keindahannya tersendiri. Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang begitu agung, tetapi tak satu pun yang dapat menandingi keindahan tangan Ibu…
” JIKA KAMU MENCINTAI IBU MU KIRIMLAH CERITA INI KEPADA ORANG LAIN, AGAR SELURUH ORANG DIDUNIA INI DAPAT MENCINTAI DAN MENYAYANGI IBUNYA”.

Note: Berbahagialah yang masih memiliki Ibu.
Dan lakukanlah yang terbaik untuknya…. ……

Go straight to Post

Dan aku ingin mengingatkanmu lagi dan lagi….
(by Max Lucado)

Allah suka padamu…
Kalau Dia punya dompet, pasti fotomu disimpan di dalam-nya,
Kalau Dia punya kulkas, fotomu pasti disimpan di  pintunya,
Dia mengirim bunga untukmu setiap musim semi dan matahari terbit setiap pagi,
Kalau kamu ingin bicara, Dia pasti mau mendengarkan.
Sebenarnya Dia bisa tinggal dimana saja di alam semesta ini,
dan Dia memilih hatimu.

Terima saja sobat, Dia tergila-gila padamu!
Kayak nya mungkin kamu susah sekali percaya bahwa Allah mengenal namamu.
Dia benar benar mengenal namamu (Yes45:3-4) .
Tertulis ditelapak tangan-Nya,diucapkan dengan mulut-Nya,
Dibisikkan dengan bibir-Nya, Namamu.
Hati kita tidak cukup besar untuk memuat semua berkat yang ingin Allah
berikan.

Jadi, coba ini :
Kalau matahari terbit membuatmu begitu takjub sampai menahan nafas, atau
bunga bunga dipadang membuatmu begitu terpesona, sampai tidak bisa
berkata-kata, tetaplah seperti itu.
Tidak perlu mengatakan apa-apa dan dengarkan sorga berbisik,
“Kau suka itu? Aku melakukannya hanya untukmu”
Kalau kita saja suka memberi hadiah hadiah untuk menunjukkan kasih sayang
kita,apalagi Dia?

Bisa saja Dia biarkan bumi ini datar dan berwarna abu-abu, tapi Dia tidak begitu.
Dipercikan-Nya warna jingga pada matahari terbit,
Dan diberi-Nya warna biru pada langit.
Dan kalau kamu suka melihat sekawanan angsa yang sedang berkumpul,
kamu juga pasti bisa melihatNya.

Apa Dia harus menjadikan bulu ekor musang empuk dan lembutnya?
Apa Dia harus membuat burung- burung berkicau?
Dan lucunya ayam berjalan tergopoh gopoh.
Atau dasyatnya gelegar guntur? Mengapa Dia memberi aroma bagi bunga?
Mengapa Dia memberi rasa pada makanan?
Mungkinkah itu semua karena Dia suka sekali melihat raut wajahmu?
Jadi berjanjilah, kamu tidak akan lupa, bahwa kamu bukan suatu kebetulan
atau kejadian.. kamu adalah karunia bagi dunia.
Karya seni sorgawi, tanda tangan Allah.

(Engkau menenunku didalam kandungan ibuku, Mazmur 139:13)
kamu ditenun/rajutNya, Kamu bukan produksi massal,
kamu bukan hasil buatan mesin.
Kamu dirancang secara khusus, diberi karunia khusus,dan ditempatkan
di dunia ini dengan penuh kasih…
oleh sang Pencipta Agung.

MenurutNya kamu adalah hal terindah yang melesat turun dari puncak
dalam sekejap.
Menolehlah kepinggir jalan, lihat, Allah sedang bersorak-sorak memberimu
dukungan dalam lomba lari.
Coba lihat ke depan ke garis akhir, lihat Allah sedang bertepuk tangan
memuji langkahmu.

Allah ada bagimu
Kalau Allah punya kalender,pasti tanggal ulang tahunmu sudah dilingkari.
Kalau Dia menyetir mobil, pasti namamu sudah tertulis di bemperNya,
Kalau ada pohon di sorga, pasti Dia sudah mengukir namamu dibatangnya.
Mungkin kamu tidak mau menggangu Allah dengan lukamu.
Tetapi “Dia yang memelihara kamu” ( 1 Petrus 5:7 )

Dia menunggumu, untuk memelukmu. dalam keberhasilan dan kegagalanmu.
Bapa Sorgawi sangat menyayangimu dan hanya ingin memberikan kasih-Nya
kepadamu.
Tanpa dibatasi oleh waktu, Allah melihat kita semua.
Gelandangan & anak terlantar, semuanya.
Dia melihat kita sebelum kita dilahirkan. Dan Dia suka dengan semua yang
dilihatNya.
Dengan luapan emosi, penuh kebanggaan,sang Pencipta bintang itu menoleh ke
arah kita, satu persatu dan mengatakan “Engkau anakKu, Aku sangat engasihimu”

Aku tahu, suatu hari nanti, engkau akan berpaling dariKu dan menjauh.
Tetapi Aku ingin engkau tahu,Aku telah menyediakan jalan pulang bagimu.

Kamu telah memikat hati Allah. Dia tidak sanggup hidup tanpamu.
Impian Allah, membawamu denganNya.
Dan jalan menuju salib, memberitahu kita, sejauh apa jalan yang Allah
tempuh untuk memanggil kita kembali kepadaNya.
“Apa yang bisa membuatKu berhenti mengasihimu? “tanya Allah.
“Ingin tahu berapa lama kasihKu akan bertahan?
Lihat saja, Aku bicara dalam bahasamu,tidur di duniamu, dan merasakan sakitmu.
temukan jawabannya diatas kayu salib itu,di atas bukit berbatu itu.
Itulah bukti besarnya kasihKu kepadamu”

Masih banyak yang Allah lakukan selain mengampuni kesalahan kita,
Dia menghapusnya! kita hanya harus membawa kesalahan kita kepadaNya.
Kamu bisa bicara dengan Allah karena Allah pasti mendengarkan.
Biar saja air mata menetes dipipimu Ia akan menyekanya.

Dia telah mengutus malaikat-malaikat Nya untuk menjagaimu (Maz. 91:11),
Roh KudusNya untuk tinggal didalammu. GerejaNya untuk mendukungmu dan
pedangNya untuk memimpin mu.

Sebesar kerinduan mu untuk bertemu dengannya, lebih besar lagi
kerinduanNya untuk bertemu denganmu.
Kalau kamu menyentuh hati Allah, pakailah nama sebutan yang paling Ia
sukai, panggil dia “Bapa”

Menurut Allah, kamu indah!

Go straight to Post