Archive for the General Category

Tak terasa sudah sampai di hari pertama dalam tahun 2010

Telah banyak peristiwa kejadian yang lewat di dalam kehidupan kita dan di dalam kehidupan berbangsa Indonesia

Begitu banyak mujizat dan pertolongan Tuhan dalam hidupku, semua masalah dalam hidupku diselesaikannya dengan jalan yang tak terpikirkan dalam pikiranku. Apa yang tidak timbul dalam hati itu yang disediakan Tuhan bagiku

Begitu banyak peristiwa buruk yang berupa bencana alam menimpa Indonesia di tahun 2009, namun itu semua untuk mendatangkan kebaikan bagi tiap orang yang berharap dan percaya ke Tuhan. Melalui hal itu bangsa kita semakin bersatu dan selalu kembali kepada jalur pencipta Nya. Dia ingin mengingatkan kita bahwa betapa berkuasanya Dia dalam mengendalikan semuanya. Seringkali orang sudah menjadi sangat sombong akan keberadaannya sebagai sosok di dalam dunia ini padahal itu hanya bagaikan setitik air di samudera yang luas bagi Nya

Mari kita sambut tahun 2010 dengan percaya bahwa di tahun depan itu merupakan tahun Pemulihan dan Kelimpahan bagi kita semua yang percaya dan berserah kepada Nya sepenuhnya

Amin

Go straight to Post

Seumur-umur… baik dalam keadaan punya pacar maupun jomblo, saya nggak pernah merayakan Hari Valentine, yang katanya hari cinta itu. Well… walaupun saya juga sepenuhnya paham bahwa cinta nggak melulu cuma di antara seorang laki-laki dan perempuan, namun makna cinta itu jauh lebih luas daripada sekedar “cinta” antara cowok dan cewek. Cinta di antara sesama manusia dan mahluk hidup lainnya.

Namun tahun ini saya berintensi untuk merayakan Hari Valentine, bukan dengan fancy candle light dinner or whatever… I just want to make this Valentine’s Day as a day to ponder. Merenungkan tentang makna cinta.

Begitu banyak cinta yang telah saya terima selama hampir tiga puluh tahun menjalani kehidupan di dunia ini. Cinta yang tak terhitung dari Tuhan, dari orang tua, dari kakak dan adik, dari sahabat-sahabat, dan sebagainya, dan sebagainya. Namun apakah cinta yang saya berikan seimbang dengan apa yang telah saya terima? Itu yang ingin saya renungkan…

Lepas dari itu semua, Hari Valentine diperingati pertama kali pada tanggal 14 Februari 1485, di mana pada saat itu Keuskupan Roma meresmikan tanggal 14 Februari sebagai peringatan terhadap kematian sahid St. Valentine, seorang calon uskup Kerajaan Roma pada tahun 143M. St. Valentine meninggal karena dihukum mati guna meredakan kekacauan yang ditimbulkan oleh St. Valentine disebabkan oleh perjuangan humanismenya.

Pada masa itu, St. Valentine memperjuangkan kesetaraan kelas. Pada masa itu, masyarakat darah biru nggak boleh menikahi rakyat jelata, dan hal itulah yang diperjuangkan oleh St. Valentine, yaitu legalitas pernikahan antar-kelas sosial.

Dalam opini saya, inti perjuangan St. Valentine adalah ia ingin berteriak kepada dunia bahwa cinta harus bisa mengalahkan batas kelas sosial. Yang ia teriakkan adalah humanisme, sebuah jalan pikiran yang berbeda yang memfokuskan dirinya keluar dari jalan umum dalam isyu-isyu yang berhubungan dengan manusia. Dan saat ini, perjuangan St. Valentine nggak sia-sia. Perjuangan telah menjadi sejenis doktrin beretika yang cakupannya diperluas hingga mencapai seluruh etnisitas manusia, berlawanan dengan sistem-sistem beretika tradisional yang berlaku di masa itu.

Kembali ke soal perenungan saya tadi, at the end… the love we take is equal to the love we make. Perjuangan dan kemartiran St. Valentine telah diganjar dengan peringatan terhadap hari kematiannya. Peringatan yang mula-mula hanya terjadi di kalangan Keuskupan Roma, kini menjalar ke seluruh muka bumi. Nama St. Valentine diabadikan dan dijadikan merek untuk tanggal 14 Februari, dan seluruh umat manusia di bumi mengenalnya, merayakannya… walaupun banyak juga yang menyalahartikan makna Hari Valentine.

Jika saya (dan kamu) merasa bahwa kita telah menerima banyak cinta, bersyukurlah… karena itu berarti kita juga telah memberikan banyak cinta. Dan jika kita merasa nggak banyak menerima cinta, renungkanlah… karena itu bisa berarti dua hal. Apa saja? Pertama: kita juga nggak banyak menyebar cinta. Kedua: sebenarnya banyak cinta yang kita terima, but we are simply ungrateful.

Once again… At the end, the love we take is equal to the love we make.

Selamat Hari Valentine… Tuhan memberkati!

Go straight to Post

Dunia begitu kaget, kagum, berharap, kuatir, dan segala rasa tercampur dengan pelantikan Obama menjadi presiden Amerika pertama yang berkulit hitam. Suatu fenomena yang sebenarnya sudah direncanakan da tidak ada yang kebetulan

Beberapa komentar pemimpin dari beberapa negara di dunia setelah pelantikan Obama sebagai presiden USA ke 44 :

Secuil pesan pidato Obama :

“Bagi dunia Islam, kami menawarkan kerjasama berdasarkan sikap saling menghargai dan menghormati. Amerika adalah kawan bagi tiap negara yang cinta damai,” tegas Obama.

Lebih lanjut, Obama juga mengkritik pemimpin dunia yang menghalalkan kekerasan dan membungkam kebebasan. Sorotan tajam juga diberikan kepada rezim-rezim despotik dan korup.

“Bagi para penguasa yang korup, ketahuilah, Anda berada di sisi sejarah yang salah. Namun demikian, AS akan tetap mengulurkan tangan bila Anda mengendurkan kepalan tangan Anda,” ujar Obama mengumpamakan.

- Presiden SBY melalui jubir kepresidenan

“Ini adalah sejarah bagi AS dan special moment bagi Indonesia dan berharap yang terbaik pada Presiden Obama untuk menciptakan perdamaian. Semoga harapan dan masa depan Amerika lebih baik,” ujar Dino.

- Presiden Perancis Nicolas Sarkozy :

“Dengan terpilihnya Anda, rakyat Amerika telah dengan semangat mengungkapkan keyakinan akan kemajuan dan masa depan, serta tekad untuk memiliki Amerika yang terbuka, baru, kuat dan peduli,”

“Saya ingin menyampaikan pada Anda, atas nama saya dan atas nama rakyat Prancis, semoga Anda meraih sukses besar sebagai pemimpi negara Amerika,” ujar Sarkozy

- Perdana Menteri Inggris Gordon Brown

presiden baru AS tersebut merupakan “orang dengan visi dan tujuan moral yang hebat”.
“Seluruh dunia menyaksikan inaugurasi Presiden Obama, menyaksikan babak baru dalam sejarah Amerika dan sejarah dunia,” .
“Dia bukan cuma presiden kulit hitam pertama Amerika tapi dia juga memulai dengan tekad untuk menyelesaikan masalah-masalah dunia,” imbuh Gordon.

- Sekjen PBB Ban Ki-moon

“Saya tulus berharap bahwa Presiden Obama akan memprioritaskan kebijakan Timur Tengah,”

- PM Australia Kevin Rudd

“Australia selalu siap bekerja sama dengan Amerika dalam tantangan-tantangan hebat yang ada di depan,” .

- PM Israel Ehud Olmert

“Demokrasi terbesar di dunia itu sekali lagi membuktikan bahwa mereka adalah lentera dan contoh bagi banyak negara,”.
“Seluruh negara Israel bersuka cita dengan AS dan menyambut Presiden Obama yang telah diambil sumpahnya,” tandasnya.
“Perjalanan Barack Obama ke Gedung Putih telah mengesankan dan menginspirasi seluruh dunia. Saya yakin ikatan AS yang mendalam dan kuat dengan Israel akan semakin menguat,” pungkas pemimpin negeri Yahudi itu.

- Komentar saya ?

Siapapun preiden nya kita berharap dapat membawa dunia ini menjadi lebih baik karna naib kita dan dunia berada di tunggangan pemimpin negara-negara yang memegang peranan penting di kancah perpolitikan dunia


Go straight to Post

Not by shielding you from all sorrows and pain,
But by strengthening you to bear it, as it comes;

Not by making your path easy,
But by making you sturdy to travel any path;

Not by taking hardships from you,
But by taking fear from your heart;

Not by granting you unbroken sunshine,
But by keeping your face bright, even in the shadows;

Not by making your life always pleasant,
But by showing you when people and their causes need you most,
and by making you anxious to be there to help.

God’s love, peace, hope and joy to you for the year ahead

HAPPY NEW YEAR 2009

Go straight to Post

Siapa yang tidak memiliki semangat Natal di hati tidak akan menemukannya di bawah pohon Natal.

~ Roy L. Smith ~

Catatan:

Tulisan ini dikirim, atas permintaanku, dari Duluth di Amerika sana. Hasil goresan pena (tepatnya ketikan keyboard) Inge Maskun.

Pengalamannya belakangan ini menghantarnya menatap Desember dengan Natalnya dengan pandangan yang lebih seksama dan lebih bijak, seperti yang dituturkannya berikut ini.

Btw, thanks, Ing! Semoga ini yang pertama . . . he he.

Tahun ini, aku dan Charlie setuju untuk tidak tukar-tukaran kado Natal. Bukan apa-apa. Kami merasa perlu untuk tirakat. Dan kami sudah berjanji untuk tidak menimbun barang baru sebelum barang lama keluar dari rumah dan pindah ke Goodwill Industry (tempat penampungan aneka barang yang ingin disumbangkan supaya bisa dijual kembali dan hasilnya buat membantu banyak orang yang tak mampu).

Karena sikon di Amerika saat ini, tahun ini kami diberi kesempatan buat merenungkan makna Natal dengan lebih seksama.

Kalau mau diingat kembali, sebetulnya masa Natal yang paling indah dan paling damai buatku justru masa waktu aku masih TK dan masih tinggal di Banjarmasin.

Nikmat Natal itu sederhana sekali: menghias pohon Natal bersama keluarga sambil mengingat-ingat kisah khusus di balik setiap hiasan Natal yang dipajang. Ada satu tetangga kami, Mayor Harun yang Muslim dengan delapan anak, selalu punya pohon Natal di bulan Desember. Karenanya, kami ikut sibuk membantu mereka menata pohon ini. (Sebagai catatan: di bulan Ramadhan kami juga ikut menikmati buka puasa meskipun kami tak ikut berpuasa. Dan membantu menyiapkan pesta ketupat bersama tetangga). Kalau malam, kami bergantian menonton kelap-kelipnya lampu pohon Natal sambil mendengarkan lagu-lagu Natal melalui piringan hitam.

Pas malam Natal keluarga kami pergi ke gereja tengah malam lalu pulangnya sulit tidur karena penasaran jam berapa sebetulnya Sinterklas datang mengantar kado. Paginya, setelah kami membuka kado, seorang satu, kami makan pagi bersama, menerima kunjungan tetangga atau pergi ke rumah tetangga, mengunjungi asrama suster dan pastor dan mengumpulkan hadiah dari mereka – gambar-gambar orang suci.

Rumah kami di Banjarmasin besar dan panjang (buat ukuran anak umur lima tahun). Di awal tahun 60-an itu, listrik merupakan barang mewah, tapi justru suasana gelap dan sunyi itu rasanya jadi masa paling damai yang aku ingat, apalagi menjelang Natal.

Natal zaman sekarang sudah jauh berubah. Kata banyak orang, ini gara-gara dunia retail berusaha menarik manfaat sebesar mungkin dari satu hari di bulan Desember ini. Dulu, lagu Natal dan dekorasi Natal di mal-mal baru terdengar dan terlihat di bulan Desember. Sekarang, baru masuk November banyak toko sudah mulai berhias, mulai berlomba mengeluarkan iklan dan dulu-duluan menarik pembeli buat menyetok hadiah. Radio-radio mulai memutar lagu-lagu Natal. Sepertinya kita dipaksa buat segera memikirkan Natal; anehnya, bukan maknanya yang terpikir tapi segi komersialnya – perencanaan hadiahnya, makanannya, pestanya.

Ini tahun penuh tantangan buat kami dan tampaknya juga buat banyak orang di seluruh dunia; Banyak orang berprediksi bahwa tahun ini bakalan jadi tahun paling gelap buat dunia retail. Bisnis impor yang kami bangun sejak lima tahun lalu terpaksa harus ditutup. Likuidasi barang sudah kami mulai sejak akhir September lalu dengan harapan kami bisa memanfaatkan masa Natal tahun ini dengan jalan beriklan 2-3 bulan sebelumnya. Begitu pun, belum setengah dari pasokan barang kami bisa terjual.

Aku ketemu banyak sekali teman, klien, langganan kami yang mampir setelah melihat iklan likuidasi kami. Rata-rata mereka bilang, “Sedih saya mendengar kalian akan menutup toko ini. Tidak banyak yang bisa kami beli; mudah-mudahan yang sedikit pun tetap membantu.” Terus terang kami tidak tahu apa yang akan terjadi di depan sana, tapi kalau roda sudah di bawah begini satu-satunya jalan adalah berputar ke atas.

Pada saat seluruh negeri terpuruk seperti ini dan sebagian besar orang berada di perahu yang sama, kita merasa senasib. Gereja jadi lebih penuh rasanya karena kita mencari tempat bersandar. Volunteerism meningkat karena duit seret membuat orang menyumbangkan waktu dan tenaga.

Mungkin Tuhan sedang bicara pada kami saat ini; mungkin Tuhan sedang mengetuk hati kita semua agar kita menjenguk makna Natal yang sebenarnya tahun ini. Tiba-tiba Natal tahun ini rasanya akan kembali jadi Natal seperti tahun 60-an dulu: menikmati apa adanya. Sederhana itu indah.

Tuhan memang Maha Kuasa. Diberi-Nya kita pelajaran yang luar biasa beratnya supaya kita bangkit jadi emas, lahir kembali menjadi yang lebih baik. Mudah-mudahan resolusi buat tahun 2009 berisi banyak unsur kasih, hemat, dan sehat: berkumpul dengan keluarga, pergi ke gereja dengan hati penuh syukur dan memanjatkan doa buat seluruh dunia. Kiranya kita boleh merasakan arti damai, kasih dan rasa tolong menolong dengan sesama.

Selamat menikmati tahun penuh kasih!

Go straight to Post