Archive for the Cool GBI Category

Apa arti NATAL bagi anda?

Pada negara-negara yang berbahasa Arab, hari raya ini disebut dengan Idul Milad.Kata Christmas (Hari Natal) berasal dari kata Cristes maesse, frase dalam Bahasa Inggris yang berarti Mass of Christ (Misa Kristus). Kisah Natal berasal dari Perjanjian Baru dari Alkitab. Seorang malaikat menampakkan diri pada para gembala dan memberitahu mereka bahwa Sang Juru Selamat telah lahir ke dalam keluarga Maria dan Yusuf di sebuah kandang domba di Betlehem. Tiga orang bijak dari Timur, yang disebut para majus, mengikuti bintang istimewa yang menuntun mereka kepada bayi Yesus, yang mereka sembah dan beri hadiah emas, kemenyan dan mur.

Catatan sejarah kelahiran Kristus dapat ditemukan dalam Matius 1:18-25 dan Lukas 2:1-20.

Tidak seperti bayi pada umumnya, yang lahir di Betlehem pada malam itu merupakan suatu keunikan dalam segala sejarah. Dia tidak diciptakan oleh ayah dan ibu manusia. Dia sudah mempunyai pra-kehidupan surgawi (Yohanes 1:1-3, 14). Ia adalah TUHAN—Pencipta alam semesta (Philippians 2:5-11). Inilah sebabnya mengapa natal disebut penitisan (incarnation), kalimat yang artinya “dalam daging.” Dalam kelahiran Yesus, yang abadi, pencipta yang Maha Kuasa dan Maha Tahu datang kedunia sebagai manusia.

Kenapa TUHAN  mau melakukan hal seperti itu? Kenapa Ia mau datang sebagai bayi, daripada muncul dalam Kemuliaan dan Kekuatan? Kenapa membuat Dirinya sendiri sebagai manusia dan tinggal diantara kita, padahal Ia tahu bagaimana Ia akan diperlakukan nantinya

Jesus 100 % Manusia dan 100 % Tuhan.Karena Lahir dari Perawan Maria dan Roh KUDus.

Jesus lahir buka ditempat yang mewah di Istana Raja padahal Dia adalah Raja segala Raja. Tuhan segala Tuhan.

Dia lahir di kandang binatang di palungan.

Yang MAHA KUASA dan MAHA TINGGI yang di hormati para Malaikat penghuni SOrga dan ditakuti para Setan.

Lahir di Palestina atau Israel . Daerah Palestina yang di apit Benua Asia ,AFrika dan ERopah.

Kelahiran di kunjungi Para gembala domba yang statusnya tidak berpendidikan tinggi dan bukan golongan yang kaya. Jesus tidak memasang tarif untung bertemu dengannya.

Orang Bijak dari Timur yang disebut orang Majus yang berpendidikan tinggi dan kaya. Mempersembahkan Hadiah yang mahal dengan perjalanan yang cukup jauh.mereka sering disebut para “Tiga Raja”, yang bernama Baltasar, Melkior dan Kaspar. Lalu mereka digambarkan sebagai orang Asia , Afrika dan Eropa.

Persembahan orang Majus

Menurut pandangan penduduk Persia , orang Majus adalah orang suci dan bijaksana. Pada umumnya, orang-orang Majus menguasai beberapa cabang ilmu pengetahuan, di antaranya adalah ilmu filsafat, ilmu kedokteran, ilmu alam dan lain-lainnya, Mereka juga dikenal sebagai peramal dan pembuka tabir mimpi. Kebaikan hati yang suka memberi pertolongan dan ketekunan hati dalam menuntut ilmu dan kebenaran merupakan kredibilitas yang tidak diragukan oleh orang lain pada masa itu.

Persembahan yang dibawa untuk bayi Yesus mempunyai lambang sendiri-sendiri:

* Emas melambangkan bayi Yesus yang akan menjadi raja agung

* Kemenyan melambangkan bayi Yesus yang akan menjadi imam agung

* Mur melambangkan bayi Yesus yang kelak akan mati untuk menebus dosa manusia

RAJA segala RAJA rela merendahkan statusnya menjadi Manusia. Tidak ada RAJA atau Presiden atau ANak Pendeta yang mau lahir di palungan.

Sehingga -para gembala yang statusnya yang tidak pendidikan tinggi dan bukan orang kaya berani datang menyembahnya. Orang Majus dari Timur yang menempuh perjalanan jauh tidak menyangka RAJA segala RAJA lahir di kandang binatang. Orang Majus harus merendahkan statusnya turun dari ontanya untuk menyembah JESUS KRISTUS.

NATAL berarti TUHAN merendahkan diriNYA agar YANG Miskin dan KAYA sama statusnya dalam menyembah DIA. YANG pendidikan TInggi dan pendidikan rendah sama STatusnya di hadapanNYA.

TUHAN JESUS tidak memasang Tarif 1 juta atau 5 juta untuk bertemu dengannya.BUkan lahir di Ibu Kota Yerusalem tetapi Betlehem yang kecil.

BUkan lahir dengan fasilitas Rumah sakit modern dengan dokter yang cangih.Tidak memasang tarif yang mahal untuk mengundangnya berkotbah.

Jesus berkata: Siapa yang ingin terbesar di KerajaanNYA harus menjadi pelayan.

SEorang RAJA yang berhati HAMBA.Kabar SUka cita NATAL telah TIba.

DAn kedatangan keduanya SEbagai HAKIM segala HAKIM dan RAJA segala RAJA.Setiap orang yang percaya padaNYA tidak binasa melainkan memperoleh HIdup kekal. Tidak ada RAja yang begitu rendah hati dan mencintai anda dan saya.

TUHAn kita luar biasa

Seorang Raja lain yaitu Herodes yang haus kekuasaan yang ingin membunuh MESIAS karena takut kehilangan harta,posisi sebagai RAJA.

membunuh semua bayi yang lahir di bethlehem ketika SANG MESIAS ( JESUS kRISTUS ) Lahir.

RAJA dunia VS RAJA SURGA.

RAJA DUNIA mempertahankan KEKUASAAN dengan segala Cara.

RAJA SURGA dan DUNIA adalah JESUS yang rela merendahkan dirinya sebagai HAMBA.

TUhan beri kami hati seperti Hati mu.Melayani sesama tanpa memandang status kekayaan,agama,Ras, suku dan pendidikan.

Selamat NATAL 2009 dan Tahun BARU 2010

Go straight to Post

TUHAN mempunyai banyak cara untuk menjaga dan memakai kita. Kisah ini, ditulis oleh seorang dokter dari rumah sakit Metro Denver :

Saya dalam perjalanan pulang ke rumah dari sebuah pertemuan sore ini sekitar pukul lima, terjebak dalam kemacetan di jalan di Colorado Boulerad, dan tiba-tiba mobil saya mulai tersendat-sendat dan akhirnya mati. Dengan susah payah saya bisa mendekati sebuah pompa bensin, lega karena saya tidak menghalangi jalan dan mencari tempat hangat untuk menunggu mobil derek. Tapi tidak ada yang mau berhenti. Sebelum saya mulai menelpon, saya melihat seorang wanita berjalan keluar dari sebuah minimart, dan ia terpeleset di jalan es dan jatuh di dekat pompa bensin, saya bergegas ke ibu ini untuk melihat apakah ia baik-baik saja.

Ketika saya tiba di sana, terlihat bahwa ia sedang tersedu-sedu lebih karena sedih bukannya karena jatuh; ia adalah seorang gadis muda yang kelihatan begitu awut-awutan dengan lingkaran hitam disekitar matanya. Ia menjatuhkan sesuatu ketika saya membantu ia bangun, dan saya ambil untuk diberikan ke dia. Ternyata uang logam satu nikel. Saat itu, saya jadi menyimpulkan: wanita menangis, mobil Suburban tua yang dipenuhi dengan barang-barang dan ada 3 anak di belakang (1 di tempat duduk depan), dan meteran pompa menunjukkan $4.95.

Saya bertanya apakah semuanya baik-baik saja dan apakah ia membutuhkan bantuan, dan ia lalu berkata, “Saya tidak ingin anak saya melihat saya menangis!”, jadi kita berdiri menjauh dari mobilnya ke balik pompa. Ia bercerita bahwa ia lagi menuju ke California dan situasinya sangat sulit buat dia saat ini.

Saya bertanya, “Apakah Anda berdoa?” Ia mundur sedikit, tapi saya yakinkan bahwa saya bukan orang gila dan berkata, “IA mendengar Anda, dan IA mengirim saya.”

Saya mengambil kartu kredit saya dan menggesek di card reader dari pompa tersebut sehingga mobil wanita itu bisa terisi penuh, sementara bensinnya diisi, saya berjalan ke McDonald di sebelah dan membeli dua kantung besar makanan, beberapa voucher untuk dipakai nanti, dan segelas besar kopi. Ia memberikan makanan itu kepada anaknya, yang langsung menyambar seperti serigala kelaparan, dan kita berdiri disebelah pompa sambil memakan kentang dan berbicara sedikit.

Ia memberitahu namanya, menceritakan bahwa ia tinggal di kota Kansas. Teman laki-lakinya meninggalkannya dua bulan yang lalu sehingga ia tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Ia juga tahu bahwa ia tidak akan bisa membayar sewa rumah bulan January nanti. Dan dalam keadan putus asa ia menelpon orang tuanya yang tidak pernah dihubunginya selama 5 tahun. Mereka tinggal di California dan akhirnya setuju untuk dia tinggal dengan mereka sampai ia bisa mencari uang di sana.

Jadi ia mengemas semua barangnya kedalam mobil milik satu-satunya. Ia memberitahu anak-anaknya bahwa mereka akan ke California untuk merayakan Natal, tetapi tidak memberitahu bahwa mereka akan tinggal di sana. Saya berikan sarung tangan saya, memberikan pelukan kecil dan membacakan sebuah doa cepat bersama dia agar ia selamat dalam perjalanannya.

Ketika saya berjalan menuju mobil saya, ia bertanya, “Apakah Anda malaikat atau apa?”

Ini yang membuat saya terharu. Saya berkata, “Ibu, saat ini malaikat sangat sibuk, sehingga kadang-kadang TUHAN memakai orang biasa.”

Adalah sangat mengharukan untuk menjadi bagian dari keajaiban seseorang. Dan ternyata, Anda sudah bisa menebak, ketika saya menuju kemobil, mobilnya bisa langsung distarter dan pulang ke rumah tanpa masalah. Saya akan ke bengkel besok untuk memeriksakan, tapi saya kira teknisi tidak akan mendapatkan sesuatu yang salah.

Kadang-kadang malaikat terbang sangat dekat dengan anda sehingga anda bisa mendengar getaran sayapnya…

Berdoalah: “Bapa, saya memohon Bapa untuk memberkati anakku, cucuku, teman-temanku, keluargaku dan orang yang membaca email ini sekarang. Tunjukkan kepada mereka pernyataan cinta dan kasihMU. Roh Kudus, Saya memohon kamu untuk membimbing jiwa mereka saat ini. Di mana ada luka, sembuhkan dan berikanlah mereka pengampunan dan kedamaianMU. Di mana ada kebingungan, lepaskanlah keyakinan yang baru melalui berkatMU, dalam nama Jesus. Amin.”

Go straight to Post

BERDOA BAGI EKONOMI DUNIA

29 Oktober, 2008

“Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. KepunyaanKulah perak dan kepunyaanKulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam.” (Hagai 2 : 7-9)

Kami menyerukan doa pada tanggal 29 Oktober 2008 bagi bursa efek, bank, dan lembaga keuangan di seluruh dunia. Mengapa seruan doa dilakukan pada tanggal 29 Oktober? Karena pada tanggal tersebut di tahun 1929, Bursa Efek Amerika Serikat ambruk dan kemudian terjadi depresi ekonomi yang hebat.

Pada permulaan tahun 2008, para pendoa syafaat mendengar suara Tuhan bahwa akan terjadi goncangan kuat di Bursa Efek Wall Street yang bisa memburuk jika tidak ada campur tangan Allah. Hal ini akan merambat kepada timbulnya kekurangan pangan. Bahkan, situasi di tahun 2009 akan lebih buruk daripada tahun 2008! Tentu saja, hal ini akan mempengaruhi pasar uang di seluruh dunia.

Pada waktu yang sama, Tuhan memberikan mimpi yaitu di hadapan kami ada 50 kotak dosa yang mewakili sistem ekonomi dari 50 negara bagian. Tutup kotak ini terbuka dan tercium bau busuk yang sangat menyengat. Tuhan memberi perintah dalam mimpi itu bahwa kami harus menaruh tutup itu kembali sampai struktur ekonomi yang alkitabiah diterapkan di tempat-tempat tersebut. Tentu saja, ini juga berlaku bagi ekonomi di seluruh dunia.

Dengan alasan itulah, pada tanggal 29 Oktober 2008 kami akan berdoa bersama dengan para  pendoa syafaat di Bursa Efek New York, Bank Federal (seperti Bank Indonesia) dan 12 cabang utamanya di seluruh Amerika Serikat. Kami juga bersyafaat di lokasi patung banteng yang terletak di Wall Street, untuk memohon kepada Tuhan agar Ia mengubah pasar uang yang sekarang ini seperti banteng menjadi seperti beruang. Kami merasa inilah yang menjadi “Pasar Singa” atau Allahlah yang mengontrol sistem ekonomi. Walaupun kami tidak tahu apa yang akan terungkap nanti, kami tahu bahwa tanpa bersyafaat, ekonomi akan hancur.

Bergabunglah dengan kelompok dan jaringan doa anda yang bersyafaat di lembaga-lembaga keuangan di seluruh dunia. Di negara-negara lain, pendoa syafaat sudah mulai mengunjungi bursa-bursa efek. Jadi, pastikanlah bahwa bursa efek di negara anda sudah dilingkupi dengan doa. Juga bersyafaatlah bagi bank dan lembaga-lembaga keuangan di wilayah anda.

Pokok doa yang diusulkan adalah sbb :

1. Bertobat dari ketamakan diri sendiri. Mintalah pada Tuhan agar Ia memperlihatkan apakah ada keterikatan pada mamon.

2. Bertobat dari dosa ekonomi di negara anda. Mintalah pada Tuhan agar Ia mengampunyi kerakusan, ketamakan, terlibat dengan mamon, dll. yang ada dalam sistem ekonomi di negara anda.

3. Bertobat dari keterlibatan dalam hutang dan kredit. Mintalah pada Tuhan agar Ia memberikan strategiNya bagi anda, secara khusus dan juga bagi negara anda agar ekonomi dipulihkan.

4. Bertobat dari ketidak pedulian akan kaum miskin. Mintalah pada Tuhan untuk mengampuni ketidak pedulian yang anda dan negara anda tujukan bagi kebutuhan kaum miskin, baik itu dalam angkatan kerja maupun melalui rasisme.

5. Berserulah kepada Tuhan untuk belas kasihNya bagi negara anda.  Memohonlah pada Tuhan sesuai dengan 2 Tawarikh 7 : 14 dan katakan kepada Tuhan bahwa anda akan berbalik dari jalan yang sesat.

6. Berdoalah agar hikmat diberikan kepada pemimpin negara anda, agar mereka bisa menghadapi krisis keuangan ini.

7. Mintalah pada Tuhan agar Ia menstabilkan ekonomi negara, menutup kembali kotak yang diperlihatkan dalam mimpi.

8. Mulailah bersyafaat dan mintalah pada Tuhan untuk menegakkan keadilan di bursa efek, mengungkapkan korupsi dan membawa keadilan bagi mereka yang telah berdosa kepada Tuhan dan negara. Mintalah pada Tuhan agar Ia memulihkan ekonomi.

9. Berdoa agar Tuhan membangkitkan ekonomi yang didasarkan pada prinsip-prinsip alkitab.

10. Bersyafaatlah bahwa kebangkitan besar akan terjadi di “marketplace” sebagai akibat dari goncangan. Berdoa agar Tuhan memberikan hikmat di tengah-tengah goncangan agar kemakmuran negara berpindah ke tangan orang-orang benar.

Cindy Jacobs, Generals International – The United States Reformation Prayer Network

Go straight to Post

BERDOALAH SAMPAI SESUATU TERJADI

Seorang laki-laki sedang tidur di pondoknya ketika kamarnya tiba-tiba menjadi terang, dan nampaklah Sang Juru Selamat. Tuhan berkata padanya bahwa ada pekerjaan yang harus dilakukan laki-laki itu, dan menunjukkan padanya sebuah batu besar di depan pondoknya. Tuhan menjelaskan bahwa laki-laki itu harus mendorong batu itu dengan seluruh kekuatannya.

Hal ini dikerjakan laki-laki itu setiap hari. Bertahun-tahun ia bekerja sejak matahari terbit sampai terbenam, pundaknya menjadi kaku menahan dingin, ia kelelahan karena mendorong dengan seluruh kemampuannya. Setiap malam laki-laki itu kembali ke kamarnya dengan sedih dan cemas, merasa bahwa sepanjang harinya kosong dan tersia-sia.

Ketika laki-laki itu mulai putus asa, si Iblis pun mulai mengambil bagian untuk mengacaukan pikirannya. “Sekian lama kau telah mendorong batu itu tetapi batu itu tidak bergeming. Apa kau ingin bunuh diri? Kau tidak akan pernah bisa memindahkannya.”

Lalu, ditunjukkannya pada laki-laki bahwa tugas itu sangat tidak masuk akal dan salah. Pikiran tersebut kemudian membuat laki-laki itu putus asa dan patah semangat. “Mengapa aku harus bunuh diri seperti ini?” pikirnya. “Aku akan menyisihkan waktuku, dengan sedikit usaha, dan itu akan cukup baik.”

Dan itulah yang direncanakan, sampai suatu hari diputuskannya untuk berdoa dan membawa pikiran yang mengganggu itu kepada Tuhan. “Tuhan,” katanya “Aku telah bekerja keras sekian lama dan melayaniMu, dengan segenap kekuatannku melakukan apa yang Kau inginkan. Tetapi sampai sekarang aku tidak dapat menggerakkan batu itu setengah milimeterpun. Mengapa? Mengapa aku gagal?’

Tuhan mendengarnya dengan penuh perhatian,”Sahabatku, ketika aku memintamu untuk melayaniKu dan kau menyanggupi, Aku berkata kepadamu, tugasmu utuk mendorong batu itu dengan seluruh kekuatanmu, seperti yang telah kau lakukan. Tidak sekalipun Aku mengatakan bahwa kau mesti menggesernya. Tugasmu hanyalah mendorong. Dan kini kau datang padaKu dengan tenaga terkuras, berpikir bahwa kau telah gagal. tetapi apakah benar? Lihatlah dirimu. Lenganmu kuat dan berotot, punggungmu tegap dan coklat, tanganmu keras karena tekanan terus-menerus, dan kakimu menjadi gempal dan kuat. Sebaliknya kau telah bertumbuh banyak dan kini kemampuanmu melebihi sebelumnya. Meski kau belum menggeser batu itu. Tetapi panggilanmu adalah menurut dan mendorong dan belajar untuk setia dan percaya akan hikmatKu. Ini yang kau telah selesaikan. Aku, sahabatmu, sekarang akan memindahkan batu itu.”

Terkadang, ketika kita mendengar suara Tuhan, kita cenderung menggunakan pikiran kita untuk menganalisa keinginanNya, sesungguhnya apa yang Tuhan inginkan adalah hal-hal yang sangat sederhana agar menuruti dan setia kepadaNya … Dengan kata lain, berlatih menggeser gunung-gunung, tetapi kita tahu bahwa Tuhan selalu ada dan Dialah yang dapat memindahkannya.

Ketika segala sesuatu kelihatan keliru … lakukan P.U.S.H (push = dorong)
Ketika pekerjaanmu mulai menurun … lakukan P.U.S.H (push = dorong)
Ketika orang-orang tidak berlaku seperti yang semestinya mereka lakukan … lakukan P.U.S.H (push = dorong)
Ketika uangmu seperti “lenyap” dan tagihan-tagihan mulai harus dibayar … lakukan P.U.S.H (push = dorong)

P.U.S.H – Pray Until Something Happens!! (Berdoalah sampai sesuatu terjadi).

Go straight to Post

Cinta Kasih di Hati Manusia - Wonderful story

Jaman dahulu kala di Rusia hidup pasangan suami-istri Simon dan Matrena. Simon yang miskin ini adalah seorang pembuat sepatu. Meskipun hidupnya tidaklah berkecukupan, Simon adalah seorang yang mensyukuri hidupnya yang pas-pasan. Masih banyak orang lain yang hidup lebih miskin daripada Simon. Banyak orang-orang itu yang malah berhutang padanya. Kebanyakan berhutang ongkos pembuatan sepatu. Maklumlah, di Rusia sangat dingin sehingga kepemilikan sepatu dan mantel merupakan hal yang mutlak jika tidak mau mati kedinginan.

Suatu hari keluarga tersebut hendak membeli mantel baru karena mantel mereka sudah banyak yang berlubang-lubang. Uang simpanan mereka hanya 3 rubel (rubel = mata uang Rusia) padahal mantel baru yang paling murah harganya 5 rubel.
Maka Matrena meminta pada suaminya untuk menagih hutang orang-orang yang telah mereka buatkan sepatu. Maka Simon pun berangkat pergi menagih hutang. Tapi tak satupun yang membayar. Dengan sedih Simon pulang. Ia batal membeli mantel.

Dalam perjalanan pulang, Simon melewati gereja, dan saat itu ia melihat sesosok manusia yang sangat putih bersandar di dinding luar gereja. Orang itu tak berpakaian dan kelihatan sekali ia sangat kedinginan.

Simon ketakutan, “Siapakah dia? Setankah? Ah, daripada terlibat macam-macam lebih baik aku pulang saja”. Simon bergegas mempercepat langkahnya sambil sesekali mengawasi belakangnya, ia takut kalau orang itu tiba-tiba mengejarnya.

Namun ketika semakin jauh, suara hatinya berkata, “HAI SIMON, TAK MALUKAH KAU? KAU PUNYA MANTEL MESKIPUN SUDAH BERLUBANG-LUBANG, SEDANGKAN ORANG ITU TELANJANG. PANTASKAH ORANG MENINGGALKAN SESAMANYA BEGITU SAJA?”

Simon ragu, tapi akhirnya toh ia balik lagi ke tempat orang itu bersandar.
Ketika sudah dekat, dilihatnya orang itu ternyata pria yang wajahnya sungguh tampan. Kulitnya bersih seperti kulit bangsawan. Badannya terlihat lemas dan tidak berdaya, namun sorot matanya menyiratkan rasa terima kasih yang amat sangat ketika Simon memakaikan mantel luarnya kepada orang itu dan memapahnya berdiri. Ia tidak bisa menjawab sepatah kata pun atas pertanyaan-pertanyaan Simon, sehingga Simon memutuskan untuk membawanya pulang.

Sesampainya di rumah, Matrena marah sekali karena Simon tidak membawa mantel baru dan membawa seorang pria asing. “Simon, siapa ini? Mana mantel barunya?”

Simon mencoba menyabarkan Matrena, “Sabar, Matrena…. dengar dulu penjelasanku. Orang ini kutemukan di luar gereja, ia kedinginan, jadi kuajak sekalian pulang”.

“Bohong!! Aku tak percaya….sudahlah , pokoknya aku tak mau dengar ceritamu! Sudah tahu kita ini miskin kok masih sok suci menolong orang segala!!
Usir saja dia!!” “Astaga, Matrena! Jangan berkata begitu, seharusnya kita bersyukur karena kita masih bisa makan dan punya pakaian, sedangkan orang ini telanjang dan kelaparan. Tidakkah di hatimu ada sedikit belas kasih? “Matrena menatap wajah pria asing itu, mendadak ia merasa iba. Lalu disiapkannya makan malam sederhana berupa roti keras dan bir hangat. “Silakan makan, hanya sebeginilah makanan yang ada. Siapa namamu dan darimana asalmu? Bagaimana ceritanya kau bisa telanjang di luar gereja?”

Tiba-tiba wajah pria asing itu bercahaya. Mukanya berseri dan ia tersenyum untuk pertama kalinya. “Namaku Mikhail, asalku dari jauh. Sayang sekali banyak yang tak dapat kuceritakan. Kelak akan tiba saatnya aku boleh menceritakan semua yang kalian ingin ketahui tentang aku. Aku akan sangat berterima kasih kalau kalian mau menerimaku bekerja di sini.”

“Ah, Mikhail, usaha sepatuku ini cuma usaha kecil. Aku takkan sanggup menggajimu”,  demikian Simon menjawab.

Tak apa, Simon. Kalau kau belum sanggup menggajiku, aku tak keberatan kerja tanpa gaji asalkan aku mendapat makan dan tempat untuk tidur.”

“Baiklah kalau kau memang mau begitu. Besok kau mulai bekerja”.

Malamnya pasangan suami-istri itu tak dapat tidur. Mereka bertanya-tanya.

“Simon tidakkah kita keliru menerima orang itu? Bagaimana jika Mikhail itu ternyata buronan?” Matrena bertanya dengan gelisah pada Simon.

Simon menjawab, “Sudahlah Matrena. Percayalah pada pengaturan Tuhan. Biarlah ia tinggal di sini.Tingkah lakunya cukup baik. Kalau ternyata ia berperilaku tidak baik, segera kuusir dia”.

Esoknya Mikhail mulai bekerja membantu Simon membuat dan memperbaiki sepatu.
Di bengkelnya, Simon mengajari Mikhail memintal benang dan membuat pola serta
menjahit kulit untuk sepatu. Sungguh aneh, baru tiga hari belajar, Mikhail sudah
bisa membuat sepatu lebih baik dan rapi daripada Simon.

Lama kelamaan bengkel sepatu Simon mulai terkenal karena sepatu buatan Mikhail
yang bagus. Banyak pesanan mengalir dari desa-desa yang penduduknya kaya. Simon
tidak lagi miskin. Keluarga itu sangat bersyukur karena mereka sadar, tanpa
bantuan tangan terampil Mikhail, usaha mereka takkan semaju ini.

Namun mereka juga terus bertanya-tanya dalam hati, siapa sebenarnya
Mikhail ini. Anehnya, selama Mikhail tinggal bersama mereka, baru sekali saja
ia tersenyum, yaitu dulu saat Matrena memberi Mikhail makan. Namun meski tanpa senyum,
muka Mikhail selalu berseri sehingga orang tak takut melihat wajahnya.

Suatu hari datanglah seorang kaya bersama pelayannya. Orang itu tinggi besar,
galak dan terlihat kejam. “Hai Simon, Aku minta dibuatkan sepatu yang
harus tahan setahun mengahadapi cuaca dingin. Kalau sepatu itu rusak sebelum
setahun, kuseret kau ke muka hakim untuk dipenjarakan! ! Ini, kubawakan kulit
terbaik untuk bahan sepatu. Awas, hati-hati ini kulit yang sangat mahal!”

Di pojok ruangan, Mikhail yang sedari tadi duduk diam, tiba-tiba
tersenyum. Mukanya bercahaya, persis seperti dulu ketika ia pertama kalinya
tersenyum.

Sebenarnya Simon enggan berurusan dengan orang ini. Ia baru saja hendak
menolak pesanan itu ketika Mikhail memberi isyarat agar ia menerima pesanan itu.

Simon berkata, “Mikhail, kau sajalah yang mengerjakan sepatu itu.
Aku sudah mulai tua. Mataku agak kurang awas untuk mengerjakan sepatu semahal
ini. Hati-hati, ya. Aku tak mau salah satu atau malah kita berdua masuk penjara.”

Ketika Mikhail selesai mengerjakan sepatu itu, bukan main terkejutnya Simon.
“Astaga, Mikhail, kenapa kau buat sepatu anak-anak? Bukankah yang memesan
itu orangnya tinggi besar? Celaka, kita bisa masuk penjara karena….”

Belum selesai Simon berkata, datang si pelayan orang kaya.
“Majikanku sudah meninggal. Pesanan dibatalkan. Jika masih ada sisa kulit,
istri majikanku minta dibuatkan sepatu anak-anak saja”.

“Ini, sepatu anak-anak sudah kubuatkan. Silakan bayar ongkosnya
pada Simon”, Mikhail menyerahkan sepatu buatannya pada pelayan itu.
Pelayan itu terkejut, tapi ia diam saja meskipun heran darimana Mikhail tahu
tentang pesanan sepatu anak-anak itu.

Tahun demi tahun berlalu, Mikhail tetap tidak pernah tersenyum kecuali
pada dua kali peristiwa tadi. Meskipun penasaran, Simon dan Matrena tak pernah berani
menyinggung- nyinggung soal asal usul Mikhail karena takut ia akan meninggalkan
mereka.

Suatu hari datanglah seorang ibu dengan dua orang anak kembar yang
salah satu kakinya pincang! Ia minta dibuatkan sepatu untuk kedua anak itu.
Simon heran sebab Mikhail tampak sangat gelisah. Mukanya muram, padahal
biasanya tidak pernah begitu.

Saat mereka hendak pulang, Matrena bertanya pada ibu itu, “Mengapa
salah satu dari si kembar ini kakinya pincang?”

Ibu itu menjelaskan, “Sebenarnya mereka bukan anak kandungku.
Mereka kupungut ketika ibunya meninggal sewaktu melahirkan mereka. Padahal
belum lama ayah mereka juga meninggal. Kasihan, semalaman ibu mereka yang sudah
meninggal itu tergeletak dan menindih salah satu kaki anak ini Itu sebabnya ia
pincang. Aku sendiri tak punya anak, jadi kurawat mereka seperti anakku sendiri.”

“Tuhan Maha Baik, manusia dapat hidup tanpa ayah ibunya, tapi
tentu saja manusia takkan dapat hidup tanpa Tuhannya”, kata Matrena.

Mendengar itu, Mikhail kembali berseri-seri dan tersenyum untuk ketiga kalinya.
Kali ini bukan wajahnya saja yang bercahaya, tapi seluruh tubuhnya. Sesudah
tamu-tamu tersebut pulang, ia membungkuk di depan Simon dan Matrena sambil
berkata, “Maafkan semua kesalahan yang pernah kuperbuat, apalagi telah
membuat gelisah dengan tidak mau menceritakan asal usulku. Aku dihukum Tuhan,
tapi hari ini Tuhan telah mengampuni aku. Sekarang aku mohon pamit.”

Simon dan Matrena tentu saja heran dan terkejut, “Nanti dulu
Mikhail, tolong jelaskan pada kami siapakah sebenarnya kau ini?”

Mikhail menjawab sambil terus tersenyum, “Sebenarnya aku adalah
adalah satu malaikat Tuhan. Bertahun-tahun yang lalu Tuhan menugaskan aku
menjemput nyawa ibu kedua anak tadi. Aku sempat menolak perintah Tuhan itu tapi
kuambil juga nyawa ibu mereka. Aku menganggap Tuhan kejam. Belum lama mereka
ditinggal ayahnya, sekarang ibunya harus meninggalkan mereka juga. Dalam
perjalanan ke surga, Tuhan mengirim badai yang menghempaskanku ke bumi. Jiwa
ibu bayi menghadap Tuhan sendiri. Tuhan berkata padaku, ‘MIKHAIL, TURUNLAH KE
BUMI DAN PELAJARI KETIGA KEBENARAN INI HINGGA KAU MENGERTI:

PERTAMA, APAKAH YANG HIDUP DALAM HATI MANUSIA?

KEDUA, APA YANG TAK DIIJINKAN PADA MANUSIA?

KETIGA, APA YANG PALING DIPERLUKAN MANUSIA?’

“Aku jatuh di halaman gereja, kedinginan dan kelaparan. Simon
menemukan dan membawaku pulang. Waktu Matrena marah-marah dan hendak mengusir
aku, kulihat maut dibelakangnya. Seandainya ia jadi mengusirku, ia pasti mati malam
itu. Tapi Simon berkata, “Tidakkah di hatimu ada sedikit belas kasih?”
Matrena jatuh iba dan memberi aku makan. Saat itulah aku tahu kebenaran
pertama: “YANG HIDUP DALAM HATI MANUSIA ADALAH BELAS KASIH”

“Kemudian ada orang kaya yang memesan sepatu yang tahan satu tahun
sambil marah-marah. Aku melihat maut di belakangnya. Ia tidak tahu ajalnya
sudah dekat. Aku tersenyum untuk kedua kalinya. Saat itulah aku tahu kebenaran kedua:
“MANUSIA TIDAK DIIJINKAN MENGETAHUI MASA DEPANNYA. MASA DEPAN MANUSIA ADA DI TANGAN TUHAN”

“Hari ini datang ibu angkat bersama kedua anak kembar tadi. Ibu
kandung si kembar itulah yang diperintahkan Tuhan untuk kucabut nyawanya. Dan
aku melihat si kembar dirawat dengan baik oleh ibu lain. Aku tersenyum
untuk ketiga kalinya dan kali ini tubuhku bercahaya. Aku tahu kebenaran yang ketiga:
“MANUSIA DAPAT HIDUP TANPA AYAH DAN IBUNYA TAPI MANUSIA TIDAK AKAN DAPAT HIDUP TANPA TUHANNYA.”

Simon, Matrena, terima kasih atas kebaikan kalian berdua. Aku telah mengetahui
ketiga kebenaran itu, Tuhan telah mengampuniku. Semoga kasih Tuhan senantiasa
menyertai kalian sepanjang hidup.” Mikhail kembali ke surga.

Go straight to Post